Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Niat

Nabi Muhammad Saw
انما الاعمال باالنيات وانما لكل امرئ مانوى، فمن كانت هجرته الى الله ورسوله فهجرته الى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبهااوامراة ينكحها فهجرته الى ماهاجر اليه
(Innamal a'malu binniyat wa innama likullimri im ma nawa, famankanat hijratuhu ilallohi wa rosulihi fahijratuhu ilallohi wa rosulihi, wa mankanat hijrotuhu lidunya yusibuha awim roatin yankihuha wa mankanat hijrotuhu ilaa ma hajaro ilaih

Artinya :
"Setiap amal tergantung pada niatnya dan setiap orang mendapatkan apa yang diniatkannya. Barangsiapa yang hijrah karena Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya karena Allah dab Rasulnya dan barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ingin dinikmatinya dan wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang diniatkannya"

Penjelasan :
Niat menurut bahasa adalah bermaksud (Qoshdun). Sedangkan menurut bahasa ialah bermaksud mengerjakan sesuatu yang disertai dengan mengerjakannya. Jika hanya bermaksud mengerjakan saja, namun tidak disertai dengan mengerjakannya maka disebut dengan azman. 
انما الاعمال باالنيات
Para ulama mengatakan kata "Innama" itu bermakna membatasi terhadap apa yang disebutkan saja, dan meniadakan selain dari apa-apa yang tidak disebutkan. 
Dengan kata lain suatu amal itu akan dihitung sebagai pahala jika disertai dengan niat, jika suatu amalan tidak disertai dengan niat maka amalan tersebut tidak dihitung sebagai sebuah pahala. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diartikan tidak ada artinya amal jika tidak disertai dengan niat.
Perlu juga diketahui makna "innama" bukan berfungsi membatasi secara keseluruhan (kulli), akan tetapi kebanyakan (aktasari). Karena adakalanya ada amalan yang sah walaupun tanpa diniatkan, misalnya azan dan membaca AlQur'an serta sah meninggalkan sesuat tanpa disertai dengan niat, misalnya meninggalkan perbuatan zina.

وانما لكل امرئ ما نوى
Maksudnya ialah ganjaran atas sesuatu yang telah diniatkan. Jika sesuatu yang dilandasi dengan niat yang baik maka akan baik pula hasil yang didapatkan, begitu juga sebaliknya jika sesuatu yang dilandasi dengan niat yang buruk maka sudah tentu buruk pula ganjaran yang akan diperoleh. Maka dari itu niat seorang muslim itu lebih baik dari amalnya.
Sudah seharusnya setiap perbuatan ketaatan harus dihadirkan terlebih dahulu niat, ikhlas semata-mata karena Allah. Inti dari sebuah perbuatan adalah niat. Barangsiapa yang membuka satu pintu kebaikan dari dirinya maka Allah akan membuka tujuh puluh pintu taufiq kepadanya dan barangsiapa yang membuka satu pintu keburukan dari dirinya maka Allah akan membuka tujuh puluh pintu kehinaan baginya. Pintu kebaikan itu berasal dari niat yang baik dan pintu keburukan itu berasal dari niat yang buruk. Apabila seseorang berniat melakukan kebaikan maka dia akan diberikan pahala meskipun dia belum mengerjakannya

فمن كانت هجرته الى الله ورسوله
Siapa-siapa yang berhijrah sudah seharusnya niat dan tujuannya ialah meraih keridhoan Allah dan Rasulnya, bukan karena sesuatu hal selain dari Allah dan Rasulnya.

فهجرته الى الله ورسوله
Siapa-siapa yang berhijrah juga harus sesuai dengan hukum dan yang disyariatkan oleh agama. Seperti hijrah dari negeri kafir menuju ke negeri Islam, atau hijrah dari negeri yang penduduknya sudah biasa memakan sesuatu yang haram atau hijrah dari negeri yang suka mencaci para ulama dan orang-orang shalih. Namun pada hakikatnya hijrah ialah meninggalkan apa-apa yang telah dilarang oleh Allah atas dirinya.

ومن كانت هجرته لدنيا 
Dunia adalah tempat yang saat ini kita huni, tempat yang sungguh sangat hina dan lebih dahulu daripada akhirat. Dunia adalah tempat kesusahan, kesedihan, kekeruhan, kepayahan dan kelelahan. Dunia mengangkat derajat orang-orang yang bodoh dan merendahkan orang-orang yang berilmu. 
يصيبها
Jika niat seseorang hijrah karena dunia, maka dia akan memperolehnya sesuai dengan niatnya.

اومراة ينكحها
Atau menginginkan wanita untuk dinikahinya, maka dia juga akan memperolehnya. Mengapa wanita dikhususkan dalam riwayat ini? Hal ini dikarenakan wanita adalah fitnah yang maha besar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw, "Tidaklah aku tinggalkan sesudahku fitnah yang lebih banyak membawa bencana kepada kaum lelaki melebihi fitnah yang datangnya dari perempuan.
فهجرته الى ماهاجر اليه
Maka hijrahnya sesuai dengan apa yang ditujunya.


Wallohu a'lam bisshowab

Rujukan : Kitab Al-Majalisussaniyah hal. 1-8

Keutamaan Menghafal Hadits Arbain

Beberapa hadis diriwayatkan oleh ulama mengisyaratkan keutamaan menghafal 40 Hadis, riwayat-riwayat tersebut ada yang berkatagori hadis da’if, ada juga yang hasan. Beberapa diantaranya dinukil oleh Imam al-Nawawi dalam al-Arba’innya dengan menegaskan bahwa riwayatnya diriwayatkan dari beberapa orang sahabat: Ali, Ibn Mas’ud, Mu’az, Abu Zarr, Ibn Umar, Ibn Abbas, Anas, Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri.
Riwayat yang disebutkan Imam al-Nawawi adalah:

من حفظ على أمتي أربعين حديثاً من أمر دينها بعثه الله يوم القيامة في زمرة الفقهاء والعلماء

Barangsiapa hafal 40 hadis dari perkara agamanya, maka Allah akan bangkitkan ia pada hari kiamat dalam kelompok fuqoha (ahli fiqh) dan ulama [1]

Dalam riwayat lain:
بعثه الله فقيهاً عالماً

Allah bangkitkan dia sebagai seorang pakar fiqh dan seorang ulama.

Dalam riwayat Abu al-Darda’:
وكنت له يوم القيامة شافعاً وشهيداً

Nanti pada hari kiamat Aku (Muhammad) akan memberinya syafa’at  dan kesaksian.

Dalam riwayat Ibn Mas’ud:
أدخل من أي أبواب الجنة شئت

Dikatakan kepada mereka: Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu suka.

Dalam riwayat Ibn Umar:
كُتب في زمرة العلماء وحشر في زمرة الشهداء

Dicatat dalam kelompok ulama, dan dikumpulkan (di Mahsyar) dalam kelompok syuhada.

Namun lanjut al-Nawawi, kesemua riwayat di atas adalah lemah/da’if, akan tetapi hadis da’if boleh digunakan dalam fada’il a’mal/keutamaan amalan. [2]

Salah Satu Murid TPQ Al-Insan lagi Menghafal Hadits Arbain yang pertama


__________________________________________
[1]  Lihat Al-Nawawi, al-Arba’in al-Nawawi pada muqoddimah.
[2] Sebagian riwayat di atas diriwayatkan oleh al-Khatib al-Bagdadi dalam kitab Syaraf Ahlu al-Hadis, sedangkan Ibn Jauzi meriwayatkan hadis itu semua dalam kitab Al-Ilal a-Mutanahiah dari 13 orang sahabat, namun beliau menjelaskan bahwa kesemua jalurnya adalah dhaif. Ibn Munzir dan Ibn Hajar telah menulis buku kecil tersendiri yang membahas hadis keutamaan menghafal 40 hadis ini dengan segala permasalahannya. Lihat Al-Khatib al-Bagdadi, Syaraf Ahlu al-Hadis, hal. 30-31; Ibnu Jauzi, Al-Ilal al-Mutanahiah, Jilid. I, hal.119-129 ; Ibn Hajar, Talkhish al-Habir, jilid. III, hal. 1085.