Tampilkan postingan dengan label AlQur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlQur'an. Tampilkan semua postingan

AlQur'an bukan Kreasi Nabi Muhammad


ام يقولون افتراه قل فأتو بسورة مثله وادعوا من استطعت من دون الله ان كنتم صادقين

"Apakah pantas mereka mengatakan dia (Muhammad) yang telah membuat-buatnya? Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (AlQur'an) dan ajaklah siapa saja diantara kamu yang mampu membuatnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar" (QS. Yunus : 38)

Jika ada yang bertanya, apakah benar Al-Qur'an adalah kreasi Nabi Muhammad? Maka jawabannya ialah:

Pertama, Al-Qur'an bukanlah kreasi Nabi Muhammad, mengapa? Karena gaya bahasa yang digunakan oleh orang Arab tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan gaya bahasa Al-Qur'an, sedangkan Nabi Muhammad adalah orang Arab, jika memang Al-Qur'an adalah kreasi Nabi Muhammad sudah pasti gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa orang Arab.

Kedua, jika kita sering membaca kitab-kitab hadits, maka akan terasa penekanan ego takut dan lemah dihadapan Allah, berbeda ketika kita membaca Al-Qur'an kita akan merasa penekanan ego yang Maha Perkasa, Maha Adil, Maha pencipta, Maha Melihat dll. Jika benar Al-Qur'an merupakan kreasi Nabi Muhammad mengapa perbedaan penekanan ego antara Al-Qur'an dan Hadits.

Ketiga, Nabi Muhammad adalah nabi yang buta aksara, yang tidak pernah sekolah, pertanyaannya apakah mungkin Nabi Muhammad yang tidak buta aksara dan tidak pernah sekolah bisa menciptakan Al-Qur'an yang memuat hukum yang komprehensif, meliputi sosial, politik, agama, ekonomi dan meliputi aspek lainnya.

Keempat, Nabi Muhammad adalah manusia biasa, lalu pertanyaannya, apakah mungkin Nabi Muhammad yang hanya manusia biasa bisa mengkreasi Al-Qur'an yang isinya sangat kompleks, komprehensif, dan solid tanpa ada cacat sedikitpun, bahkan kaum barat, timur, muslim dan nonmuslim mengangguki apa yang ada di dalam AlQur'an? Jika Al-Qur'an adalah kreasi Nabi Muhammad, maka Nabi Muhammad bukanlah manusia.
Kelima, jika Nabi Muhammad yang mengkreasi Al-Qur'an, lalu pertanyaannya, mengapa beliau menisbatkannya kepada orang lain, padahal Al-Qur'an adalah karya yang sangat luar biasa yang tidak ada satupun yang mampu menandinginya, apa gerangan yang membuat beliau enggan mengakui AlQur'an adalah kreasi beliau? 

Keenam, di dalam AlQur'an terdapat berita-berita dari generasi terdahulu yang berbeda dengan kitab-kitab yang ada pada masa itu. AlQur'an juga memiliki kemukjizatan ilmiah mengenai, kosmos, kehidupan, kedokteran dan Matematika, lalu pertanyaannya sekolah dimana  beliau sehingga beliau mengetahui semua informasi tersebut, padahal beliau adalah nabi yang buta aksara.

Ketujuh, di dalam AlQur'an banyak terdapat kritikan terhadap Nabi Muhammad, seperti di dalam Surat 'Abasa ayat 1-10, Ali-Imran ayat 61, Al-Anfal ayat 67, jika benar AlQur'an adalah kreasi Nabi Muhammad tentu beliau tidak akan mengkritik dirinya sendiri dan memperlihatkan kesalahan atas sikap dan perbuatan beliau.

Kedelapan, dalam kesehariannya, beliau banyak mendapatkan persoalan yang butuh jawaban yang cukup mendesak, namun beliau tidak menjawabnya sampai turun wahyu dari Allah, padahal jika Al-Qur'an itu kreasi Nabi Muhammad maka sudah pasti kondisi seperti ini tidak akan terjadi. (Abu Kholil, Islam Menjawab Tuduhan, 2006, 2-7)


Keutamaan Surah An-naba

Banyak orang yang membaca al-Quran, akan tetapi mereka tidak memahami isinya dengan baik. Hal ini bukanlah sesuatu yang berharga pada dirinya. Mengapa demikian?
 
Perlu diketahui, bahwa al-Quran adalah kitab yang mengajarkan kepada manusia atas apa-apa yang tidak pernah diketahui dan pelajaran yang ada didalamnya dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, karena seseorang yang hidup tanpa berpegang teguh dengan al-Quran, maka kehidupannya adalah sebuah kesia-siaan dan tidak mungkin ia sampai pada derajat kesempurnaan di sisi Allah Swt.

     Berikut ini salah satu keutamaan surat al-Quran yang dapat memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, karena di dalamnya terdapat firman-firman Allah yang mengajak manusia untuk berjalan menuju kesempurnaan. 
     Penulis mengajak si pembaca untuk memahami kandungan dari surat an-Naba. Berikut ini perincian dari tafsir tersebut,
  • Nama surat.
  • Makiy atau Madani.
  • Point-point penting.
  • Pahala membaca.
  ➤   Nama surat ini di ambil dari tauqiif , yakni Rasulullah Saw yang telah menamai surat ini atas perintah Allah Swt. Rasul menamai surat tersebut "An-Naba" (berita besar).
   
  ➤   Ayat ini berjumlah 40 dan tergolong dalam surat makiy, yaitu surat yang turun sebelum Nabi Saw hijrah. Dan surat makiy lebih banyak menjelaskan berkenaan dengan hari kiamat, membicarakan hukum, dan surat ini di awali dengan kalimat "yaa ayyuhannaasu". 



  ➤     Point penting yang dibahas di dalamnya berkenaan tentang:


          - Hari Kebangkitan.
          - Kabar Gembira.
          - Ancaman.





   
Allah Swt menjelaskan ayat-ayat surat an-Naba menggunakan dua dalil;
1. Dalil Qudrah. Yaitu dalil kekuasaan Allah.
2. Dalil Hikmah. Yaitu dalil keadilan Allah.

Murottal Juz 30


Kumpulan Murottal Juz 30 
1. Surat An-Naba'
2. Al-Mulk

Nikmatnya Membaca AlQur'an

Salah satu kenikmatan yang bisa kita peroleh dalam menjalani kehidupan dalam naungan agama Islam ialah ketika kita membaca AlQur'an. Membaca AlQur'an dapat mendatangkan ketenangan jiwa, apalagi ketika kita bisa melantunkan ayat-ayat suci AlQur'an dengan lantunan yang indah seperti Muzzammil Hasballah, Syeikh Mishary Rashid Al-afasy, Muhammad Thoha dll.
Tentu semua itu tidak bisa diperoleh secara instan, harus ada sering belajar dan mendengar, selain dari pada itu juga harus sering menirukannya agar terbiasa, seperti kata pepatah, "alah bisa karena biasa", nah bagi teman-teman yang ingin bisa menirukan lantunan-lantunan ayat suci AlQur'an seperti yang sebutkan tadi nama-namanya, berikut ini ada tutorialnya agar bisa menirukan keindahan iramanya Muzammil Hasballah dalam surat Al-Fatihah, Selamat Berlatih!!!


Pengertian Murottal

Mungkin tak banyak yang tahu, sebenarnya cara membaca al-Qur’an itu ada dua, yakni dibawakan dengan cara murotal dan mujawwad. cara pembacaan dengan murottal merupakan cara yang paling lazim kita temui dan hampir dipelajari semua muslim di dunia, pembacaan al-Qur’an sesuai dengan kaidah hukum bacaan yang sudah ada berdasarkan yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. 

Murottal  adalah membaca al Qur’an yang menfokuskan pada dua hal yaitu kebenaran bacaan dan lagu al Qur’an. Karena konsentrasi bacaan difokuskan pada penerapan tajwid sekaligus lagu, maka porsi lagu qur’an tidak dibawakan sepenuhnya. Hanya pada nada asli dengan tingkat suara sedang.

Secara Bahasa antara Mujawwad dan Murattal tidak ada perbedaan Mujawwad berarti membaca Alqur’an dengan memperhatikan Ilmu Tajwid, sedangkan Murattal membaca Alqur’an dengan Tartil (Tenang tanpa tergesa-gesa) dengan memperhatikan ilmu tajwid dan makharijul huruf, tetapi dalam Ilmu nagham (ilmu lagu al Qur’an) kedua bacaan tersebut berbeda.
Secara bahasa murattal (مرتَّل), adalah Isim Maf’ul dari kalimat  (رتل – يرتل) bentuk mashdarnya adalah Tartil (ترتيل).
Dalam Ilmu Tajwid, dikenal istilah yang mengungkapkan tentang tingkat kecepatan dalam membaca Al-qur’an yaitu  Tartil, Tadwir, Hadr dan Tahqiq, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Assamanudi dalam kitab Laali Al-Bayan :
حدرٌ وتدويرٌ وترتيلٌ تُرى  «‌«  جميعُها مراتبا لِمن قرا
“Hadr, Tadwir dan  Tartil kesemuanya adalah tingkatan bagi pembaca Qur’an”

Keutamaan Surat Al-Mulk


Tidak adalagi yang lebih sempurna selain Al-Quran, semua signal ilmu pengetahuan, tata cara berprilaku dan bernegara semua tertuang dengan sangat baik didalamnya. Sekalipun tidak pernah Al-Quran itu dapat dirubah oleh manusia karena memang Al-Quran adalah bukti otentik akan kebesaran Allah SWT. Penciptaan manusia serta penciptaan alam raya semua di kupas habis oleh Al-Quran padahal secara logika ketika Al-Quran turun ke bumi ini pada dahulu kala tidak ada namanya penelitian ataupun ilmu pengetahuan yang bisa menandinginya.
Termasuk diturunkannya surat Al Mulk didalam Al Quran yang dapat memberikan keterangan jelas dan sangat dahsyat faedah serta keutamaan dari surat tersebut.

Tentang Surat Al-Mulk
Surah Al Mulk (bahasa Arab:الملك ) adalah surah ke 67 dalam Al-Qur’an. Surah ini tergolong surah ‘makkiyah’ yang terdiri daripada 30 ayat. Dinamakan Al Mulk kerana kata Al Mulk yang terdapat pada ayat pertama surah ini. yang bererti ‘Kerajaan’. Surat ini disebut juga dengan ‘At Tabaarak’ yang bererti Maha Suci.
Secara umumnya, surah ini banyak mengisahkan tentang kekuasaan Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya. Ini jelas digambarkan daripada tajuk surah ini, al-Mulk, yang bermaksud ‘kerajaan’. Pada awal surah, ayat ini diceritakan kesempurnaan ciptaan alam ini, yang tidak ada cacat-celanya. Allah telah menciptakan alam ini daripada awal yang tiada apa-apa kepada yang ada dan seterusnya menjaga alam ini dengan penuh kesempurnaan. Allah berkuasa menciptakan dan mematikan sesuatu menurut kehendak-Nya.
Keistimewaan Dan Keutamaan Surat Al-Mulk
Keistimewaan Dan Keutamaannya tersebut diketahui karena Baginda Rasulullah SAW menyebutkan tentang khasiat surat al-Mulk ini diantaranya:
Dalam salah satu sabdanya. Rasulullah mengatakan bahwa Surat al-Mulk itu menjaga dan memelihara pembacanya dari azab kubur. Ibnu Abbas berkata: “Pada suatu hari ada seseorang menghampar jubahnya di atas kuburan dan ia tidak tahu bahwa tempat itu adalah kuburan, ia membaca surat Al-Mulk, kemudian ia mendengar suara teriakan dari kuburan itu: Inilah yang menyelamatkan aku. Kemudian kejadian itu diceriterakan kepada Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: Surat Al-Mulk dapat menyelamatkan penghuni kubur dari azab kubur.” (Ad-Da’awat Ar-Rawandi, hlm 279/817; Al-Bihar 82/ 64, 92/313/2, 102/269/

Muroja'ah

Kegiatan Murojaah sambil olahraga adalah kegiatan di TPQ Al-Insan di setiap hari minggu. kegiatan ini ada karena melihat kejenuhan yang di alami murid-murid TPQ Al-Insan, sehingga muncullah ide ini agar mereka terhibur juga, karena menghafal itu sangatlah membosankan bagi anak-anak yang mana jiwa mereka masih lebih senang untuk bermain.
semoga dengan adanya kegiatan ini, semangat mereka untuk menghafal AlQur'an semakin meningkat lagi, sehingga target yang ingin dicapai dapat tercapai.