Kitab Riyadus Shalihin


Kitab Riyadhus Shalihin (taman orang-orang shaleh) adalah salah satu karya fenomenal dari ulama hadits zaman dahulu, yaitu Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawy ad-Dimasyqy (631-676 H) yang lebih termasyhur dengan nama Imam An-Nawawi. Beliau termasuk dalam jajaran ulama besar di abad ke-7 hijriah. Kitab ini berisikan kumpulan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dari berbagai riwayat, baik itu Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Daud dll. Kitab Riyadhush Shalihin ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab hadits yang lain dan dia benar-benar bekal bagi penasihat, permata bagi yang menerima nasihat, pelita bagi orang yang mengambil petunjuk dan taman orang-orang sholih. Hal inilah yang menjadi sebab mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan ulama sehingga mereka memberikan syarah, komentar dan mengajarkannya di halaqoh-halaqoh mereka. Tidak dapat dipungkiri, kitab ini termasuk kitab yang paling banyak tersebar dan dimiliki sehingga kemasyhurannya telah melangit dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di kalangan orang-orang khusus dan awam, dan cukuplah (sebagai bukti) umumnya masjid menjadikannya sebagai bahan bacaan yang dibacakan kepada makmum setelah sholat atau sebelumnya. Imam Nawawi memberikan keistimewaan dalam tertib dan pembuatan bab pembahasan, beliau membaginya menjadi beberapa kitab dan kitab-kitab ini dibagi menjadi beberapa bab lalu menjadikan kitab sebagai judul bagi hadits-hadits yang ada di dalam bab-bab yang banyak dari satu jenis dan menjadikan bab sebagai judul bagi sekelompok hadits yang menunjukkan satu permasalahan khusus.

Bagi yang ingin memiliki kitab ini dalam bentuk buku elektronik maka bisa di download melalui link di bawah ini 👇
 



 

Kitab At-tibyan Fii Adabil Hamalatil Qur'an


At-Tibyan merupakan salah satu kitab populer yang di pelajari di seluruh pesantren salafiyah maupun modern yang memuat penjelasan adab pembaca dan penghafal Al-Qur'an saat berinteraksi dengan Al-Qur'an serta memuat amalan yang harus di kerjakan oleh penghafal Al-Qur'an.

Bagi yang ingin mendownloadnya, maka bisa di download melalui link di bawah ini 👇👇
At-Tibyan Fii Adabil Hamalatil Qur'an
 

Kitab Fathul Qorib


Kitab Fathul Qarib merupakan syarah atau penjelasan dari kitab yang dikarang oleh Al Qadhi Abu Syuja, yaitu Al-Ghayah wa At-Taqrib.

Dalam sebagian naskah kitab Abu Syuja tersebut, terkadang dinamai At Taqrib dan terkadang pula dengan Ghayatul Ikhtishar. Karena itu, Al-Ghazi manamai kitab Fathul Qorib ini dengan dua nama, yaitu Fathul Qorib Al Mujib Fi Syarhi Alfadzi At Taqrib dan Al Qaul Al Mukhtar Fi Syarhi Ghayatil Ikhtishar.

Dalam pendahuluan kitab Fathul Qorib ini, Al Ghazi berharap para pemula bisa mengambil manfa’at dalam masalah cabang syari’at dan agama. Selain itu, kitab ini juga diharapkan bisa menjadi media bagi umat Islam yang ingin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Karena, sesungguhnya Allah sangat dekat.
“Jika hambaku bertanya kepada mu, maka sesungguhnya Aku sangatlah Dekat”. (QS. Al Baqaroh:186).

Bagi yang menginginkan e-book Fathul Qorib versi digitalnya silahkan download melalui link di bawah ini 👇

FATHUL QORIB

I'tikaf

              بسم الله الرحمن الرحيم

Pengertian I'tikaf

I'tikaf berasal dari kata عكف yang bermakna memenjarakan. Sedangkan menurut syari'at i'tikaf diam tertentu yang dilakukan orang tertentu di tempat tertentu dengan niat tertentu.

Nabi Muhammad sungguh sangat menganjurkan untuk melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw
اذا دخل العشر الاخير شد مئزره واحيا ليله و ايقظ اهله
"Apabila masuk sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan maka mengencangkan kainnya dan menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya (HR. Bukhori dan Muslim)

Lalu pertanyaannya mengapa sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan kita sangat dianjurkan untuk melakukan i'tikaf?

Pertama, Potensi untuk meraih Lailatul Qodar
Sepuluh hari terakhir merupakan waktu turunnya Lailatul Qodar, tepatnya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hal ini telah diinformasikan oleh Rasulullah Saw melalui sabdanya:
تحرو ليلة القدر في الوتر، من العشر الاواخر من رمضان
"Carilah malam Lailatul Qodar pada malam yang ganjil dari sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan" (HR. Bukhori dan Muslim).

Karena waktunya dirahasiakan, maka kita tidak bisa berspekluasi dengan memilih malam yang ganjil untuk beribadah semaksimal mungkin. Lebih baik menghabiskan waktu di sepuluh hari terakhir dengan ibadah yang maksimal daripada harus kehilangan malam Lailatul Qodar yang mana lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan.

Kedua, malam yang diberkati
Di dalam Surat Adh-Dukhon ayat 3 Allah berfirman
انا انرلنه في ليلة مباركة
"Sesungguhnya kami menurunkan (AlQur'an) pada malam yang diberkahi".

Tentu kita tidak mau kehilangan kesempatan beribadah di malam yang diberkahi, jika malamnya saja sudah menjadi malam yang berkah, maka jika malam itu diisi dengan beribadah maka tentu akan mendatangkan keberkahan dan bisa jadi hal ini tidak akan terulang di tahun yang akan datang.

Ketiga, Malam Nuzulul Qur'an
Diantara sepuluh hari terakhir itu adalah malam diturunkannya AlQur'an secara keseluruhan dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia. Untuk mengambil keutamaan malam tersebut, maka sudah seharusnya meningkatkan intensitas ibadah kita, terutama membaca, memahami dan mengamalkan kandungan yang terdapat di dalam AlQur'an.

Demikianlah tulisan singkat ini, semoga di hari-hari terakhir ini kita tidak menyia-nyiakan nikmat kesempatan yang telah diberikan oleh Allah swt.

Fakta-fakta Seputar AlQur'an


Fakta-fakta Seputar AlQur'an

Nabi Muhammad Saw bersabda

انز القرآن جملة وحدة الى السماء الدنيا ليلة القدر ثم انزل بعد ذلك في عشرين سنة

"AlQur'an diturunkan sekaligus ke langit dunia pada malam lailatul qodar kemudian diturunkan setelah itu selama dua puluh tahunan" (HR. Ibnu Abbas)

Berdasarkan hadits di atas dapatlah diketahui bahwa AlQur'an itu diturunkan dalam dua periode.

PERIODE PERTAMA
👉 Waktu
- Pada periode pertama ini AlQur'an diturunkan pada Bulan Ramadhan, namun tidak diketahui tanggal dan tahun berapa diturunkannya AlQur'an, hanya Allah yang mengetahuinya.
- Turunnya tepat pada malam lailatul qodar.
- Turunnya tidak masa pada Rasulullah, akan tetapi AlQur'an telah turun dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia jauh sebelum masa Rasulullah.

👉 Turun Dari
AlQur'an turun secara keseluruhan dari Lauhil Mahfuzh ke langit dunia yaitu pada Bulan Ramadhan tepatnya pada malam Lailatul Qodar. Hal ini dijelaskan di dalam firman Allah Surat Al-Baqoroh ayat 185
شهر رمضان الذي انزل فيه القران
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya AlQur'an"

Kemudian di dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3
انا انزلناه في ليلة مبركة
"Sesungguhnya kami turunkan AlQur'an pada malam yang diberkahi"

Kemudian di dalam Surat Al-Qodr ayat 1
انا انزلناه في ليلة القدر
"Sesungguhnya kami menurunkan AlQur'an pada malam lailatul qodar"

PERIODE KEDUA

👉Turun dari
- Pada periode kedua ini AlQur'an diturunkan dari langit dunia ke permukaan bumi secara berangsur-angsur.

👉 Lamanya
- AlQur'an diturunkan selama kurang lebih 23 tahun. Surat yang pertama turun adalah Surat Al-Alaq dari ayat 1-5 tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan 610 Masehi yang lalu di saat usia Nabi Muhammad 40 Tahun.
Berdasarkan keterangan ini, maka memperingati Nuzulul Qur'an pada tanggal 17 Ramadhan sudahlah tepat, jika dilihat proses turunnya AlQur'an dari langit dunia ke permukaan bumi.

👉 Berakhirnya
- Ketika Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun kesebelas Hijrahnya ke Madinah, maka seluruh rangkaian AlQur'an telah selesai diturunkan, yaitu dengan jumlah ayat 6.236 ayat 30 Juz dan 114 Surat. Adapun menurut beberapa pendapat mengatakan ayat terakhir yang diturunkan adalah Surat Al-Maidah ayat 3
اَلْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْـنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَا خْشَوْنِ ۗ اَ لْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَـكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَ تْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَـكُمُ الْاِ سْلَا مَ دِيْنًا ۗ
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu."

Walaupun menurut Dr. Manna Al-Qaththan dalam Mabahits Fii Ulumil Qur'an masih ada ayat-ayat lain yang turun setelah Surat Al-Maidah ayat 3 tersebut.

Sumber : Sejarah Al-Quran, Karangan Ahmad Sarwat